Niat dan Prestasi

Erfan Subahar

Niat adalah hal penting di dalam melakukan sesuatu dalam kehidupan. Dengan niat yang benar, orang tidak saja membawa keberhasilan dalam menangani suatu pekerjaan atau aktivitas, tetapi apa yang dilakukan dapat memiliki pahala. Ada penyelesaian, yang di baliknya punya bobot.


Niat itu di dalam badan kita ibarat suatu yang darinya keluar energi bagi menyelesaikan suatu yang kita lakukan. Dengan niat yang betul dalam penerapan maka pekerjaan apapun yang kita lakukan [yang dibenarkan agama dan tidak bertentangan dengan syarak], punya energi bagi ketuntasannya dalam melakukan suatu kegiatan.

Niat demikian tentu bukan sekadar hanya mengucap sesuatu. Tetapi, menyengaja melakukan sesuatu yang dibuhul oleh kemauan dan keyakinan internal sang pelaku niat. Makanya, jika orang sudah betul niatnya akan kemana pun ia melangkah maka rasanya itu bukan beban lagi baginya. Misalnya, orang yang sudah begitu cinta Allah dan rasulnya, yang diminta untuk berhijrah di jalan Allah, akan terasa di dadanya begitu kuat kemauan hijrah itu dan itu dilakukan dengan penuh keyakinan, sehingga maksud hij rahnya itu mesti dilakukan. Kalau saja menulis, misalnya kita akui sebagai ibadah maka orang yang sudah tahu baik dan manfaatnya tulisan bagi kehidupan, maka orang itu akan melakukannya dengan penuh hasrat dan keyakinan sehingga tulisan demi tulisan bisa tertuang dari tangannya. Dia juga tidak akan berputus asa, dalam menyelesaikan tulisan demi tulisan. Bahkan itu bisa menjadi daya dorong kuat bagi penyelesaiannya.

Dengan ungkapan lain, niat yang ditunaikan secara baik, menimbulkan hadirnya energi yang tiada putus-putus jika saja dilakukan sesuai dengan hakikat niat itu. Dan darinya, akan membawa keberhasilan demi keberhasilan pekerjaan. Di sampin juga bobiotnya pekerjaan itu.

Niat dalam gambaran energi demikian, tidak saja mengait dengan persoalan ibadah yan mahdhah (murni ibadah). Seperti salat, zakat, puasa, dan haji. Akan tetapi, juga ber laku bagi apapun aktivitas-aktivitas kebaikan di dalam kehidupan yang dilakukan bagi kemanfaatan bagi sesama. Mengucurkan air secukupnya di bak mandi; memberikan uang receh bagi yang memerlukannya; mendidik putera- puteri kita dengan tanpa jemu; terus melakukan apa- apa yang menyenangkan pasangan di dalam hidup -- dan amsih banyak yang lain -- itu juga niat.

Akan tetapi, niat itu jangan sampai salah dalam penerapan. Sebab, itu akan cuma-cuma. Misalnya, niat mencuri barang untuk disumbangkan kepada sesuatu kebaikan, itu bisa dipastikan akan sia-sia dalam merealisasikannya. Karena itu akan percuma. Prestasinya tidak dalam kebenaran dan dalam kebaikan, tetapi dalam kebatilan.

Dengan niat yang benar dan baik, energi seseorang disiapkan bagi lahirnya prestasi demi prestasi. Niatkan lillah dalam suatu aktivitas,  jalankan ia sesuai dengan energi yang tersedia tanpa ragu sedikit pun, niscaya berhasil dan juga berbobot; ada duniawi juga ukhrawinya melekat dalam penyelesaian aktivitasnya.   Wallah A'lam.


Ikuti Sosmed M. Erfan Soebahar

Social Media Widget SM Widgets




M Erfan Subahar Updated at: 00.58.00

1 komentar: