M. Erfan Soebahar
Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber ajaran Islam yang berguna bagi pemeluk dan peminatnya yang memberi rahmat bagi alam semesta, sudah tak disangsikan lagi. Tetapi, mendapatkannya dengan cepat dalam penelusuran, itulah yang sering dita nyakan kepada penulis. Jawabannya bisa diperoleh sepanjang kita percaya bahwa IPTEKS itu memiliki sisi positif atau manfaat bagi umat Islam. Di antara faktor-faktornya diurai di pendahuluan tulisan ini baru inti bahasannya setelah itu. Selamat membaca.
Pendahuluan
Dalam era informasi sekarang unjuk kerja IPTEKS paling tidak dapat dilihat salah satu dari dua sisinya, yaitu dari sisi manfaat atau sisi madharat. Dari sisi manfaatnya misalnya, kita dapat melihatnya terutama bagi membantu kita dalam mempermudah menelusuri dengan cepat hingga ketemu ayat-ayat Al-Qur’an berikut tafsirnya, juga menelurusi hadis berikut syarahnya.Ada beberapa faktor yang memperkuat perlunya umat Islam melihat IPTEKS dari segi manfaatnya, menurut hemat saya antara lain sebagai berikut ini.
1. IPTEKS membantu kita untuk memperdekat jarak dan mempermudah melaksa-nakan aktivitas. Misalnya, untuk mendengarkan fatwa kiai besar suatu pondok, kalau dulu kita harus berjalan kaki atau bersepeda berhari-hari atau berbulan-bulan, sekarang tinggal membuka radio, tv, atau mengangkat telpon, atau handphone, dll. Yang jauh terasa dekat, dan sudah terlihat hingga fotonya.
2. IPTEKS membantu banyak pihak untuk menghemat tenaga, waktu, biaya, dan pikiran. Misalnya, dengan memanfaatkan jasa e-mail dan internet, maka banyak hal yang jika di masa dahulu hanya dicapai lewat permohonan doa, tirakat dan bertapa, sekarang sebagiannya terbantu: sejak dari memperoleh doa-doa kiai, khutbah, hizib, wirid-wiridnya, hingga ke fatwanya. Bahkan, memperoleh kitab-kitab klasik pun, sekarang sudah bisa dengan men-download di internet.
3. IPTEKS juga membantu kita memperoleh menemukan bukti-bukti suatu keya-kinan bahwa dunia ini semakin lama semakin kriput. Kalau dahulu hal itu hanya dikuasai oleh para auliya’ lewat mata hati dan karomah, sekarang sudah menjadi keyakinan orang-orang awam. Misalnya, jika dulu orang berkeliling dunia de-ngan mengerahkan tenaga, waktu, dan pikiran yang melelahkan dengan menem-puh berbulan-bulan perjalanan baru menemukan tempat, pulau atau negara, tetapi sekarang berkeliling dan menguasai dunia secara strategis sudah bisa dengan duduk manis di depan meja. Karena dengan hanya membuka fasilitas google earth, kita sudah bisa tahu letak negara, provinsi, kelurahan, hingga ke rumah tinggal kiai, pesantren, peternakan ayam pesantren, hingga ke angsa kiai akan mudah terlihat dari jarak radius 100 meter di atas permukaan tanah. Masalahnya: apakah kita sekarang hanya akan melakukannya dengan cara yang konvensional saja, ataukah juga mau menggunakan perangkat IPTEKS untuk mem-permudah kita menyelesaikan tugas dengan cerdas dengan waktu tempuh yang jauh lebih cepat dan lebih ringan, tanpa harus membuang khazanah lama kita miliki? Jawabannya paling tidak ada tiga: tetap menggunakan yang konvensional, atau menggunakan metode modern yang sekarang, atau mengkombinasi keduanya secara elegan. Metode mana yang baik digunakan, dapat diperoleh melalui dialog di antara kita dalam forum workshop ini.Makalah ini bermaksud untuk membawa peserta kepada sub-kecil dari ke-mampuan IPTEKS yaitu untuk menelururi hingga ketemu ayat-ayat Al-Qur’an yang dicari beserta tafsirnya, juga hadis-hadis yang dicari beserta syarahnya.
Fasilitas CD Al-Qur’an dan CD Hadis
Fasilitas yang Disiapkan CD Al-Qur’an, a.l.:
1. Menu Tayangan: menyajian fasilitas permulaan Al-Qur’an baik makkiyyah ma-upun madaniyyah berikut urutan surah atau ayatnya, melanjutkan bacaan Al-Qur’an secara tartil, daftar surah dan daftar juz; 2. Menu Cari: menyajikan fasilitas pencarian kata, frase, tema, dan cara beragam, yang bisa ditelusuri langsung dari teks ayat-(Arab)nya maupun terjemahnya; 3. Menu Bacaan: menyajian sifat dan makhraj huruf dan hukum bacaan Al-Qur’an;4. Menu Hafalan: untuk membantu menghafal menurut surah dan menurut juz;5. Menu Latihan: untuk mempermudah melatih baca Qur’an menurut surah dan juz;6. Tafsir Al-Qur’an: untuk membuka al-Jalalain, Ibnu Katsir, dan al-Qurthubi;7. Keterangan: berisi penjelasan ayat sajdah, pustaka umum, keutamaan Al-Qur’an, sejarah penulisan Al-Qur’an.
Fasilitas yang Disiapkan CD Hadis
1. Menu ’Ardh (عرض): menyajikan raqm al-hadits, tabwib al-mashadir, athraf al-ahadits, dan faharis al-mashadir;
2. Menu Bahts( بحث): menyajikan beberapa pilihan yakni majal al-bahts, bi dilalati rawah al-hadits, al-bahts al-sharfi, bi dilalati takhrij bi dalalah, bi dilalah maudhu’ fiqhi, al-mabhats al-mutanawwi’;
3. Menu Ma’ajim ( معاجم): menyajikan menu Mu’jam Alfazh al-Hadits, Mu’jam Gharib Alfazh al-Hadits, dan Mu’jam Mubhimat al-Hadits;
4. Menu Ta’rifat ( تعريفات): berisi pilihan menu biografi penyusun kitab yang ada di CD hadis ini, gambaran umum kitab yang ada di CD hadis ini, juga sumber-sum ber rujukan pengarang kitab yang di CD hadis ini;
5. Menu Tadribat (تدريبات): latihan menjawab kuis dengan sistem multiple choice baik mengenai materi musthalah hadis, sahabat, maupun fiqih. Langsung bisa diakses dengan menekan (klik);
6. Menu Mashadir ( مصادر): memuat kitab-kitab hadis yang dimuat dalam CD hadis ini. Memilihnya cukup dengan mengeklik menu ini dan mengeklik apa yang dikehendaki dari yang tersedia di dalam CD hadis.
7. Menu Khiyarat ( الخيارات): berisi menu pilihan data penomoran yang dimiliki tiap-tiap kitab hadis yang ada di CD hadis ini, juga pilihan printer yang digunakan dalam mencetak data yang dikehendaki dari hasil penelusuran melalui CD hadis ini;
8. Menu Musa’adah ( مساعدات): menu tambahan yang barisi sejumlah pilihan yakni bagaimana cara mengoperasikan program hadis ini, pengetahuan tentang ilmu musthalah hadis, dan beberapa muatan isi program CD hadis ini.Dari sejumlah menu di atas, dalam tampilannya, kita perlu mengenali dengan tepat beberapa menu yang terletak di sisi kanan teks hadis yang ditampilkan.
Menu-menu dimaksud adalah:
1. Menu ’Ardh (عرض): ini sebenarnya berisi tampilan menu aktif dari menu ’ardh yang telah dijelaskan yang lalu;
2. Menu Al-Qur’an (القران): bila diklik di sini akan ditampilkan surah atau ayat;
3. Menu Ma’ani(معاني): bila ini diklik akan menampilkan isi arti dari kata yang disorot; arti yang diartikan sudah sesuai dengan paket program;
4. Menu al-Ruwat(روات ): bila diklik akan menampilkan guru (syuyukh) dll, murid (talamidz), kedudukan periwayat dari sejumlah kritikus (rutbah), dan penilaian ringkas para kritikus hadis (al-jarh wa al-ta’dil).
5. Menu Tahlil( تحليل): dengan mengeklik ini akan diungkap analisis dari sisi penyan daran hadis tersebut kepada Rasulullah Saw (marfu’), kepada sahabat (mauquf), tabi’in (maqthu’), atau kepada Allah (qudsi), dll yang terkait.
6. Menu Maudhu’( موضوع): pilihan ini berguna mengetahui keberadaan hadis yang sedang diakses dalam tema yang dibakukan dalam CD hadis ini;
7. Menu Athraf(اطراف): dengan mengklik ini diketahui hadis semakna lainnya yang terdapat dalam kitab yang sama.
8. Menu Tafrij( تخريج): pilihan ini akan mengungkap hadis yang semakna pada kitab hadis yang lain.
9. Menu Jami’ al-Matn( جامع المتن): pilihan ini memiliki tayangan yang sama dengan takhrij, yakni menampilkan matan dari kitab yang sama dengan matan yang sedang ditayangkan.
10. Menu Yandu( يند): pilihan ini untuk mengetahui gambaran skema sanad hadis yang sedang ditayangkan, juga sanad-sanad lain yang memiliki kandungan matan yang semakna (jika dikehendaki);
11. Menu Syarh( شرح): pilihan ini akan mengungkap makna syarahan dari hadis yang dicari, berikut kitab yang memuatnya.
12. Menu Naql al-Nash(لنص نقل ا): pilihan ini memudahkan kita mengopi hadis yang sudah diperoleh, misalnya: untuk disalin ke dalam microsofword yang sudah disiapkan (dengan pilihan syakal atau tanpa syakal)13. Menu Thiba’ah( الطباعة ): pilihan ini akan memudahkan kita mencetak (mem-printer) hadis yang sudah ditelusuri dan ditemuka.
Metode Menelusuri Nash Al-Quran dan Hadis
Dari paparan sebelumnya dapat dipahami bahwa untuk menelusuri dan mene mukan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis berikut tafsir/syarahnya maka tidak semua fasilitas yang disediakan mesti ditelusuri, melainkan cukup memilih satu atau lebih dari fasilitas yang disediakan. Beberapa cara dapat dipertimbangkan berikut ini.
Metode Menemukan Ayat Al-Quran dan Tafsirnya
1. Menemukan ayat Al-Qur’an dengan cepat berikut tafsirnya cukup dengan memi-lih berbagai cara yang sesuai dan paling mudah bagi kita dari sejumlah fasilitas yang disediakan CD Al-Qur’an. Misalnya, dengan memilih menu tayangan saja atau memilih menu cari. Bagi yang sudah mahir bisa dilakukan secara berganti-ganti di antara menu yang disediakan.
2. Bila menelusuri pencarian melalui menu cari yang ditulis dengan kata/frasa Indo-nesia maka kita tinggal mengetik apa yang ingin dicarinya itu dalam teks Indo-nesia. Misalnya, kita mengetik: perkawinan, Nabi Nuh, Nabi Daud, dan Fir’un. Sepanjang terus berupaya trampil dan suka mencoba dengan menggunakan kata kunci tertentu, maka akan banyak data atau ayat yang bisa ditemukan dari pene-lusuran itu.
3. Bila menelusuri pencarian melalui kata atau istilah yang berbahasa Arab, maka pada bagian pencarian kata kita tinggal mengetik ayatnya dengan teks Arab. Misalnya, Allah, Tsamud, Yusuf, Bakkah, Jin, dan Sulaiman. Sepanjang tekun dan trampil mencari ayat yang sesuai dengan kemampuan program maka kita akan banyak menemukan hasil penelusuran. Bahan-bahan yang diperoleh tentu akan bermanfaat, misalnya, untuk menyusun khutbah, ceramah, makalah, bahan menyusun artikel, kitab dan juga buku.
4. Penemuan hasil penelusuran ayat di atas bisa dilanjutkan dengan mengklik arti ayat dan kopian ayat. Maka banyak hal dapat ditemukan dalam satuan proses ini. Misalnya, menemukan arti ayat, atau makna ayat, juga tafsir kata perkata dalam suatu kolom mini yang disediakan. Setelah ditemukan, maka ayat atau arti yang dicari itu bisa langsung dikopi atau langsung diprinter sesuai dengan kemauan kita dalam fasilitas yang tersedia (untuk semua, sebagian, atau sepotong ayat).
5. Penemuan tafsir ayatnya, selain dapat dilakukan bersama dengan penemuan ayat yang langsung tersebut, dapat juga dilakukan secara khusus atau tersendiri. Penemuan secara tersendiri, selain dapat dilakukan untuk tiap bagian ayat guna ditemukan tafsirnya (di tiga tafsir), bisa juga bagi setiap penafsiran ditemukan tafsirnya secara tersendiri. Jadi, prosesnya bisa dilakukan secara fleksibel.
Metode Menemukan Ayat Al-Quran dan Tafsirnya
1. Menemukan teks hadis (yang berisi sanad dan matn hadis) berikut syarahnya, dapat dengan memilih berbagai cara yang sesuai dan paling mudah bagi kita dari fasilitas yang disediakan CD hadis. Salah satunya, bisa dengan memilih menu bahts dalam fasilitas al-bahts al-sharfi. Cara lain, baik juga dicoba untuk menemukan mana cara yang paling cocok dengan ketrampilan kita dari banyak fasilitas yang tersedia. 2. Bila penelusuran dengan menggunakan menu bahts, misalnya dengan memilih fasilitas al-bahts al-sharfi, maka kita tinggal mengetik apa yang dicari itu dalam teks Arab. Misalnya, mengetik: kharaja dan al-ilm, atau thalabu dan al-ilm, atau al-Islam dan Allah. Sepanjang terus berupa trampil dan suka mencoba dengan menggunakan kata kunci Arab tertentu, maka akan banyak data atau ayat yang bisa ditemukan dari penelusuran itu.
3. Selain dengan cara di atas, kita bisa juga menelusurinya melalui fasilitas lain, misalnya Ma’ajim (Kamus). Dengan memasukkan kata yang dicari sesuai dengan ketentuan, akan diperoleh apa yang dicari, baik melalui fasilitas Mu’jam Alfazh al-Hadits, Mu’jam Gharib Alfazh al-Hadits, maupun dan Mu’jam Mubhimat al-Hadits. Sepanjang pencarian itu dilakukan dengan tekun dan terus berusaha trampil mencari teks hadis yang sesuai dengan kemampuan program maka kita akan banyak menemukan hasil penelusuran. Bahan-bahan yang diperoleh jelas akan bermanfaat, misalnya bagi menyusun khutbah, ceramah, makalah, artikel, buku ataupun kitab.
4. Penemuan hasil penelusuran teks hadis di atas, bisa diperluas jangkauannya dengan mengoptimalkan banyak fasilitas sisi-kanan teks dari teks hadis dalam CD hadis, misalnya dengan mengklik: menu Qur’an, menu ma’ani, menu al-ruwat, menu tahlil (untuk menemukan status hadis: apa marfu’, mauquf, atau maqthu), atau menu syarh (yang akan menyarahi kitab yang sudah dicari).
5. Sebenarnya dengan mengklik menu syarah saja penelusuran hadis sudah menemukan apa yang kita cari dalam penelusuran. Namun, dengan terus melengkapi penelusuran dengan fasilitas lain, maka semakin banyak hal terjawab sehingga hal itu lebih mempermantap penemuan hadis yang diperoleh yang memenui kualifikasi hadis sebagai shahih, hasan, dan lain-lain yang akan menambah bobot tulisan yang tengah kita selesaikan baik khutbah, ceramah, artikel, atau pun kitab.
6. Dengan menempuh cara melakukan pencarian lengkap dan lincah di bagian sisi- kanan halaman teks CD hadis, maka kemungkinan memperoleh jawaban atau temuan dari penelusuran kita akan kelengkap sehingga lebih mempermantap data hadis yang peroleh beserta kualitas atau penentuan bobotnya.
Penutup
Setelah membahas tahap demi tahap metode menelusuri CD Al-Qur’an dan CD hadis dapatlah ditegaskan beberapa hal sebagai penutup bahasan berikut ini.1. Ternyata IPTEKS itu memiliki sisi positif bagi membantu kita dalam memper-cepat, memperingan, dan mempermudah penelusuran ayat-ayat Al-Qur’an dan juga teks-teks hadis yang dewasa ini sudah nyata-nyata dijadikan referensi baik oleh kalangan muslim sendiri maupun kalangan lain.2. Status CD Al-Qur’an dan CD hadis yang disampaikan ini tentu bukan bermak-sud untuk dijadikan pengganti dari kitab-kitab klasik di pondok pesantren yang selama ini digunakan sebagai media pembelajaran sehari-hari, namun ia dapat dijadikan rujukan pendamping yang memperkaya kepustakaan kita dalam penye-baran ilmu, sehingga penelusuran ayat Al-Quran ataupun teks hadis menjadi kegemaran baru yang suka dan biasa dicari untuk mempermudah kita mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.3. Dari segi cepatnya memperoleh temuan dari penelururan kita dapat dipahami, bahwa menelusuri teks-teks dari CD hadis adalah sedikit lebih rumit dari menelusuri ayat-ayat dari CD Al-Quran, mengingat bahwa kedua sumber ajaran agama itu saling berkait namun memiliki jumlah yang berbeda: Al-Qur’an berkisar 6.236 ayat sedang hadis (yang sahih saja) berkisar 50.000-an hadis, di samping juga bahwa hadis memiliki muatan sanad dalam teksnya, yang itu tidak diperlukan dalam Al-Qur’an.4. Aktivitas penelusuran ayat-ayat Al-Qur’an dan teks-teks hadis akan dapat efektif dilakukan jika hal itu dilakukan secara berulang-ulang dan terus dilakukan di sela-sela mengajarkannya bagi yang lain dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga selain akan merangsang kita dalam mencari juga menarik kita beramal dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul saw secara kulina dan mahir. Sekian semoga bermanfaat. Amin.ER.-
Naskah ini semula berasal dari makalah penulisnya yang disampaikan dalam Pelatihan Metode Cepat Menelusuri Ayat-Ayat Al-Quran dan Al-Hadis, pada hari Sabtu, 4 Agustus 2007, di Ruang Rapat MUI Kota Semarang. Karena banyak permintaan dalam edisi editnya maka dipersilahkan pembacanya mengambil manfaat dari terbitan ini.
Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber ajaran Islam yang berguna bagi pemeluk dan peminatnya yang memberi rahmat bagi alam semesta, sudah tak disangsikan lagi. Tetapi, mendapatkannya dengan cepat dalam penelusuran, itulah yang sering dita nyakan kepada penulis. Jawabannya bisa diperoleh sepanjang kita percaya bahwa IPTEKS itu memiliki sisi positif atau manfaat bagi umat Islam. Di antara faktor-faktornya diurai di pendahuluan tulisan ini baru inti bahasannya setelah itu. Selamat membaca.
Pendahuluan
Dalam era informasi sekarang unjuk kerja IPTEKS paling tidak dapat dilihat salah satu dari dua sisinya, yaitu dari sisi manfaat atau sisi madharat. Dari sisi manfaatnya misalnya, kita dapat melihatnya terutama bagi membantu kita dalam mempermudah menelusuri dengan cepat hingga ketemu ayat-ayat Al-Qur’an berikut tafsirnya, juga menelurusi hadis berikut syarahnya.Ada beberapa faktor yang memperkuat perlunya umat Islam melihat IPTEKS dari segi manfaatnya, menurut hemat saya antara lain sebagai berikut ini.
1. IPTEKS membantu kita untuk memperdekat jarak dan mempermudah melaksa-nakan aktivitas. Misalnya, untuk mendengarkan fatwa kiai besar suatu pondok, kalau dulu kita harus berjalan kaki atau bersepeda berhari-hari atau berbulan-bulan, sekarang tinggal membuka radio, tv, atau mengangkat telpon, atau handphone, dll. Yang jauh terasa dekat, dan sudah terlihat hingga fotonya.
2. IPTEKS membantu banyak pihak untuk menghemat tenaga, waktu, biaya, dan pikiran. Misalnya, dengan memanfaatkan jasa e-mail dan internet, maka banyak hal yang jika di masa dahulu hanya dicapai lewat permohonan doa, tirakat dan bertapa, sekarang sebagiannya terbantu: sejak dari memperoleh doa-doa kiai, khutbah, hizib, wirid-wiridnya, hingga ke fatwanya. Bahkan, memperoleh kitab-kitab klasik pun, sekarang sudah bisa dengan men-download di internet.
3. IPTEKS juga membantu kita memperoleh menemukan bukti-bukti suatu keya-kinan bahwa dunia ini semakin lama semakin kriput. Kalau dahulu hal itu hanya dikuasai oleh para auliya’ lewat mata hati dan karomah, sekarang sudah menjadi keyakinan orang-orang awam. Misalnya, jika dulu orang berkeliling dunia de-ngan mengerahkan tenaga, waktu, dan pikiran yang melelahkan dengan menem-puh berbulan-bulan perjalanan baru menemukan tempat, pulau atau negara, tetapi sekarang berkeliling dan menguasai dunia secara strategis sudah bisa dengan duduk manis di depan meja. Karena dengan hanya membuka fasilitas google earth, kita sudah bisa tahu letak negara, provinsi, kelurahan, hingga ke rumah tinggal kiai, pesantren, peternakan ayam pesantren, hingga ke angsa kiai akan mudah terlihat dari jarak radius 100 meter di atas permukaan tanah. Masalahnya: apakah kita sekarang hanya akan melakukannya dengan cara yang konvensional saja, ataukah juga mau menggunakan perangkat IPTEKS untuk mem-permudah kita menyelesaikan tugas dengan cerdas dengan waktu tempuh yang jauh lebih cepat dan lebih ringan, tanpa harus membuang khazanah lama kita miliki? Jawabannya paling tidak ada tiga: tetap menggunakan yang konvensional, atau menggunakan metode modern yang sekarang, atau mengkombinasi keduanya secara elegan. Metode mana yang baik digunakan, dapat diperoleh melalui dialog di antara kita dalam forum workshop ini.Makalah ini bermaksud untuk membawa peserta kepada sub-kecil dari ke-mampuan IPTEKS yaitu untuk menelururi hingga ketemu ayat-ayat Al-Qur’an yang dicari beserta tafsirnya, juga hadis-hadis yang dicari beserta syarahnya.
Fasilitas CD Al-Qur’an dan CD Hadis
Fasilitas yang Disiapkan CD Al-Qur’an, a.l.:
1. Menu Tayangan: menyajian fasilitas permulaan Al-Qur’an baik makkiyyah ma-upun madaniyyah berikut urutan surah atau ayatnya, melanjutkan bacaan Al-Qur’an secara tartil, daftar surah dan daftar juz; 2. Menu Cari: menyajikan fasilitas pencarian kata, frase, tema, dan cara beragam, yang bisa ditelusuri langsung dari teks ayat-(Arab)nya maupun terjemahnya; 3. Menu Bacaan: menyajian sifat dan makhraj huruf dan hukum bacaan Al-Qur’an;4. Menu Hafalan: untuk membantu menghafal menurut surah dan menurut juz;5. Menu Latihan: untuk mempermudah melatih baca Qur’an menurut surah dan juz;6. Tafsir Al-Qur’an: untuk membuka al-Jalalain, Ibnu Katsir, dan al-Qurthubi;7. Keterangan: berisi penjelasan ayat sajdah, pustaka umum, keutamaan Al-Qur’an, sejarah penulisan Al-Qur’an.
Fasilitas yang Disiapkan CD Hadis
1. Menu ’Ardh (عرض): menyajikan raqm al-hadits, tabwib al-mashadir, athraf al-ahadits, dan faharis al-mashadir;
2. Menu Bahts( بحث): menyajikan beberapa pilihan yakni majal al-bahts, bi dilalati rawah al-hadits, al-bahts al-sharfi, bi dilalati takhrij bi dalalah, bi dilalah maudhu’ fiqhi, al-mabhats al-mutanawwi’;
3. Menu Ma’ajim ( معاجم): menyajikan menu Mu’jam Alfazh al-Hadits, Mu’jam Gharib Alfazh al-Hadits, dan Mu’jam Mubhimat al-Hadits;
4. Menu Ta’rifat ( تعريفات): berisi pilihan menu biografi penyusun kitab yang ada di CD hadis ini, gambaran umum kitab yang ada di CD hadis ini, juga sumber-sum ber rujukan pengarang kitab yang di CD hadis ini;
5. Menu Tadribat (تدريبات): latihan menjawab kuis dengan sistem multiple choice baik mengenai materi musthalah hadis, sahabat, maupun fiqih. Langsung bisa diakses dengan menekan (klik);
6. Menu Mashadir ( مصادر): memuat kitab-kitab hadis yang dimuat dalam CD hadis ini. Memilihnya cukup dengan mengeklik menu ini dan mengeklik apa yang dikehendaki dari yang tersedia di dalam CD hadis.
7. Menu Khiyarat ( الخيارات): berisi menu pilihan data penomoran yang dimiliki tiap-tiap kitab hadis yang ada di CD hadis ini, juga pilihan printer yang digunakan dalam mencetak data yang dikehendaki dari hasil penelusuran melalui CD hadis ini;
8. Menu Musa’adah ( مساعدات): menu tambahan yang barisi sejumlah pilihan yakni bagaimana cara mengoperasikan program hadis ini, pengetahuan tentang ilmu musthalah hadis, dan beberapa muatan isi program CD hadis ini.Dari sejumlah menu di atas, dalam tampilannya, kita perlu mengenali dengan tepat beberapa menu yang terletak di sisi kanan teks hadis yang ditampilkan.
Menu-menu dimaksud adalah:
1. Menu ’Ardh (عرض): ini sebenarnya berisi tampilan menu aktif dari menu ’ardh yang telah dijelaskan yang lalu;
2. Menu Al-Qur’an (القران): bila diklik di sini akan ditampilkan surah atau ayat;
3. Menu Ma’ani(معاني): bila ini diklik akan menampilkan isi arti dari kata yang disorot; arti yang diartikan sudah sesuai dengan paket program;
4. Menu al-Ruwat(روات ): bila diklik akan menampilkan guru (syuyukh) dll, murid (talamidz), kedudukan periwayat dari sejumlah kritikus (rutbah), dan penilaian ringkas para kritikus hadis (al-jarh wa al-ta’dil).
5. Menu Tahlil( تحليل): dengan mengeklik ini akan diungkap analisis dari sisi penyan daran hadis tersebut kepada Rasulullah Saw (marfu’), kepada sahabat (mauquf), tabi’in (maqthu’), atau kepada Allah (qudsi), dll yang terkait.
6. Menu Maudhu’( موضوع): pilihan ini berguna mengetahui keberadaan hadis yang sedang diakses dalam tema yang dibakukan dalam CD hadis ini;
7. Menu Athraf(اطراف): dengan mengklik ini diketahui hadis semakna lainnya yang terdapat dalam kitab yang sama.
8. Menu Tafrij( تخريج): pilihan ini akan mengungkap hadis yang semakna pada kitab hadis yang lain.
9. Menu Jami’ al-Matn( جامع المتن): pilihan ini memiliki tayangan yang sama dengan takhrij, yakni menampilkan matan dari kitab yang sama dengan matan yang sedang ditayangkan.
10. Menu Yandu( يند): pilihan ini untuk mengetahui gambaran skema sanad hadis yang sedang ditayangkan, juga sanad-sanad lain yang memiliki kandungan matan yang semakna (jika dikehendaki);
11. Menu Syarh( شرح): pilihan ini akan mengungkap makna syarahan dari hadis yang dicari, berikut kitab yang memuatnya.
12. Menu Naql al-Nash(لنص نقل ا): pilihan ini memudahkan kita mengopi hadis yang sudah diperoleh, misalnya: untuk disalin ke dalam microsofword yang sudah disiapkan (dengan pilihan syakal atau tanpa syakal)13. Menu Thiba’ah( الطباعة ): pilihan ini akan memudahkan kita mencetak (mem-printer) hadis yang sudah ditelusuri dan ditemuka.
Metode Menelusuri Nash Al-Quran dan Hadis
Dari paparan sebelumnya dapat dipahami bahwa untuk menelusuri dan mene mukan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis berikut tafsir/syarahnya maka tidak semua fasilitas yang disediakan mesti ditelusuri, melainkan cukup memilih satu atau lebih dari fasilitas yang disediakan. Beberapa cara dapat dipertimbangkan berikut ini.
Metode Menemukan Ayat Al-Quran dan Tafsirnya
1. Menemukan ayat Al-Qur’an dengan cepat berikut tafsirnya cukup dengan memi-lih berbagai cara yang sesuai dan paling mudah bagi kita dari sejumlah fasilitas yang disediakan CD Al-Qur’an. Misalnya, dengan memilih menu tayangan saja atau memilih menu cari. Bagi yang sudah mahir bisa dilakukan secara berganti-ganti di antara menu yang disediakan.
2. Bila menelusuri pencarian melalui menu cari yang ditulis dengan kata/frasa Indo-nesia maka kita tinggal mengetik apa yang ingin dicarinya itu dalam teks Indo-nesia. Misalnya, kita mengetik: perkawinan, Nabi Nuh, Nabi Daud, dan Fir’un. Sepanjang terus berupaya trampil dan suka mencoba dengan menggunakan kata kunci tertentu, maka akan banyak data atau ayat yang bisa ditemukan dari pene-lusuran itu.
3. Bila menelusuri pencarian melalui kata atau istilah yang berbahasa Arab, maka pada bagian pencarian kata kita tinggal mengetik ayatnya dengan teks Arab. Misalnya, Allah, Tsamud, Yusuf, Bakkah, Jin, dan Sulaiman. Sepanjang tekun dan trampil mencari ayat yang sesuai dengan kemampuan program maka kita akan banyak menemukan hasil penelusuran. Bahan-bahan yang diperoleh tentu akan bermanfaat, misalnya, untuk menyusun khutbah, ceramah, makalah, bahan menyusun artikel, kitab dan juga buku.
4. Penemuan hasil penelusuran ayat di atas bisa dilanjutkan dengan mengklik arti ayat dan kopian ayat. Maka banyak hal dapat ditemukan dalam satuan proses ini. Misalnya, menemukan arti ayat, atau makna ayat, juga tafsir kata perkata dalam suatu kolom mini yang disediakan. Setelah ditemukan, maka ayat atau arti yang dicari itu bisa langsung dikopi atau langsung diprinter sesuai dengan kemauan kita dalam fasilitas yang tersedia (untuk semua, sebagian, atau sepotong ayat).
5. Penemuan tafsir ayatnya, selain dapat dilakukan bersama dengan penemuan ayat yang langsung tersebut, dapat juga dilakukan secara khusus atau tersendiri. Penemuan secara tersendiri, selain dapat dilakukan untuk tiap bagian ayat guna ditemukan tafsirnya (di tiga tafsir), bisa juga bagi setiap penafsiran ditemukan tafsirnya secara tersendiri. Jadi, prosesnya bisa dilakukan secara fleksibel.
Metode Menemukan Ayat Al-Quran dan Tafsirnya
1. Menemukan teks hadis (yang berisi sanad dan matn hadis) berikut syarahnya, dapat dengan memilih berbagai cara yang sesuai dan paling mudah bagi kita dari fasilitas yang disediakan CD hadis. Salah satunya, bisa dengan memilih menu bahts dalam fasilitas al-bahts al-sharfi. Cara lain, baik juga dicoba untuk menemukan mana cara yang paling cocok dengan ketrampilan kita dari banyak fasilitas yang tersedia. 2. Bila penelusuran dengan menggunakan menu bahts, misalnya dengan memilih fasilitas al-bahts al-sharfi, maka kita tinggal mengetik apa yang dicari itu dalam teks Arab. Misalnya, mengetik: kharaja dan al-ilm, atau thalabu dan al-ilm, atau al-Islam dan Allah. Sepanjang terus berupa trampil dan suka mencoba dengan menggunakan kata kunci Arab tertentu, maka akan banyak data atau ayat yang bisa ditemukan dari penelusuran itu.
3. Selain dengan cara di atas, kita bisa juga menelusurinya melalui fasilitas lain, misalnya Ma’ajim (Kamus). Dengan memasukkan kata yang dicari sesuai dengan ketentuan, akan diperoleh apa yang dicari, baik melalui fasilitas Mu’jam Alfazh al-Hadits, Mu’jam Gharib Alfazh al-Hadits, maupun dan Mu’jam Mubhimat al-Hadits. Sepanjang pencarian itu dilakukan dengan tekun dan terus berusaha trampil mencari teks hadis yang sesuai dengan kemampuan program maka kita akan banyak menemukan hasil penelusuran. Bahan-bahan yang diperoleh jelas akan bermanfaat, misalnya bagi menyusun khutbah, ceramah, makalah, artikel, buku ataupun kitab.
4. Penemuan hasil penelusuran teks hadis di atas, bisa diperluas jangkauannya dengan mengoptimalkan banyak fasilitas sisi-kanan teks dari teks hadis dalam CD hadis, misalnya dengan mengklik: menu Qur’an, menu ma’ani, menu al-ruwat, menu tahlil (untuk menemukan status hadis: apa marfu’, mauquf, atau maqthu), atau menu syarh (yang akan menyarahi kitab yang sudah dicari).
5. Sebenarnya dengan mengklik menu syarah saja penelusuran hadis sudah menemukan apa yang kita cari dalam penelusuran. Namun, dengan terus melengkapi penelusuran dengan fasilitas lain, maka semakin banyak hal terjawab sehingga hal itu lebih mempermantap penemuan hadis yang diperoleh yang memenui kualifikasi hadis sebagai shahih, hasan, dan lain-lain yang akan menambah bobot tulisan yang tengah kita selesaikan baik khutbah, ceramah, artikel, atau pun kitab.
6. Dengan menempuh cara melakukan pencarian lengkap dan lincah di bagian sisi- kanan halaman teks CD hadis, maka kemungkinan memperoleh jawaban atau temuan dari penelusuran kita akan kelengkap sehingga lebih mempermantap data hadis yang peroleh beserta kualitas atau penentuan bobotnya.
Penutup
Setelah membahas tahap demi tahap metode menelusuri CD Al-Qur’an dan CD hadis dapatlah ditegaskan beberapa hal sebagai penutup bahasan berikut ini.1. Ternyata IPTEKS itu memiliki sisi positif bagi membantu kita dalam memper-cepat, memperingan, dan mempermudah penelusuran ayat-ayat Al-Qur’an dan juga teks-teks hadis yang dewasa ini sudah nyata-nyata dijadikan referensi baik oleh kalangan muslim sendiri maupun kalangan lain.2. Status CD Al-Qur’an dan CD hadis yang disampaikan ini tentu bukan bermak-sud untuk dijadikan pengganti dari kitab-kitab klasik di pondok pesantren yang selama ini digunakan sebagai media pembelajaran sehari-hari, namun ia dapat dijadikan rujukan pendamping yang memperkaya kepustakaan kita dalam penye-baran ilmu, sehingga penelusuran ayat Al-Quran ataupun teks hadis menjadi kegemaran baru yang suka dan biasa dicari untuk mempermudah kita mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.3. Dari segi cepatnya memperoleh temuan dari penelururan kita dapat dipahami, bahwa menelusuri teks-teks dari CD hadis adalah sedikit lebih rumit dari menelusuri ayat-ayat dari CD Al-Quran, mengingat bahwa kedua sumber ajaran agama itu saling berkait namun memiliki jumlah yang berbeda: Al-Qur’an berkisar 6.236 ayat sedang hadis (yang sahih saja) berkisar 50.000-an hadis, di samping juga bahwa hadis memiliki muatan sanad dalam teksnya, yang itu tidak diperlukan dalam Al-Qur’an.4. Aktivitas penelusuran ayat-ayat Al-Qur’an dan teks-teks hadis akan dapat efektif dilakukan jika hal itu dilakukan secara berulang-ulang dan terus dilakukan di sela-sela mengajarkannya bagi yang lain dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga selain akan merangsang kita dalam mencari juga menarik kita beramal dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul saw secara kulina dan mahir. Sekian semoga bermanfaat. Amin.ER.-
Naskah ini semula berasal dari makalah penulisnya yang disampaikan dalam Pelatihan Metode Cepat Menelusuri Ayat-Ayat Al-Quran dan Al-Hadis, pada hari Sabtu, 4 Agustus 2007, di Ruang Rapat MUI Kota Semarang. Karena banyak permintaan dalam edisi editnya maka dipersilahkan pembacanya mengambil manfaat dari terbitan ini.


0 komentar:
Posting Komentar