Menyempurnakan Ibadah Puasa

Foto terbaru
Ibadah puasa ramadhan yang berjalan ini sudah selayaknya diselesaikan dengan terus disempurnakan hari ke hari. Ibadah kita dapat dikategorikan sempurna manakala ditingkatkan dari yang sekadar memenuhi syarat dan rukun minimal, baiknya diarahkan ke peningkatan. Karena jika hanya memenuhi yang disyaratkan dan memenuhi rukunnya maka itu hanya berparas minimal.

Untuk itu perlu ditingkatkan ke arah penyempurnaan. Misalnya dilakukan dengan penyempurnaan hingga hal-hal yang disunnahkan, atau dilakukan dengan juga ke sunnah-sunnah puasa. Adapun sunnah-sunnah yang menyempur nakan ibadah puasa, di antaranya:

1- Berbuka di awal waktunya. Begitu adzan maghrib tiba, kita tidak usah menunggu shalat dulu. Langsung saja air atau buah-buahan manis yang ada di depan kita kita santap, secukupnya. Dengan begitu, badan mulai segar setelah tenggorokan dikucuri dengan air segar, atau air kolak, atau buah pepaya, atau buah mangga yang sekarang tengah datang musimnya di tengah-tengah kita. Baru setelahnya kita salat maghrib.

2- Mengakhirkan saur, sehingga sekitar 5 atau 10 menit sebelum imsak kita sudah selesai saur dan bersikat gigi. Dengan mengakhirkan saur di penghujung waktunya, kekhawatiran untuk lemas di siang hari menjadi berkurang, dan tubuh pun juga bisa menghadapi situasi dan kondisi cuaca yang panasnya menyengat di siang hari tidak akan begitu terasa. Sabda Rasul, "Hambaku senantiasa dalam kebaikan jika dia suka mengakhirkan sahur."

3- Suka membaca Al-Quran. Di sela-sela kesibukan seharian, amalan bagus yang baik kita lakukan adalah membaca Al-Quran. Lebih mantap lagi jika membacanya disertai dengan pemahaman petunjuk-petunjuk nya karena Al-Quran adalah kitab yang banyak berisi petunjuk dan berisi hal-hal pentin yang memperjernih pikiran dan pencerahan bagi pembacanya yang akan mampu membedakan antara yang hak dan yang bathil.

4- Suka i'tikaf. Melakukan i'tikaf, adalah menyempatkan diri duduk hening dan khidmat dengan melakukan amalan-amalan salat dan dzikir, dengan maksud taqarrub kepada Allah. Begitu kita sudah memasang niat, mulailah di mesjid tertentu yang kita lakukan i'tikaf dengan salat sunnah tahiyyatul masjid. Baru kita lakukan amalan i'tikaf itu. Amalan dimaksud banyak dilakukan rasulullah saw, terutama pada hari-hari 10 akhir dalam bulan ramadhan hingga beliau wafat. Dan lain-lain.

5- Tetap melakukan shalatul lail. Minimal salat tarawih kita lakukan dengan tetap. Disusuli dengan ibadah-ibadah lain: salat tasbih, salat hajat, atau salat tahajjud, yang ditunaikan dengan khusyuk dan penuh harap akan keridhaan Allah.

Demikian amalan yang bisa menyempurnakan ibadah puasa kita. Jika terus dilakukan dan semakin ditingkatkan, maka tak mustahil bila kita termasuk yang memiliki ibadah puasa yang sempurna keadaannya.Erfan S.


Ikuti Sosmed M. Erfan Soebahar

Social Media Widget SM Widgets




M Erfan Subahar Updated at: 22.39.00

0 komentar:

Posting Komentar