Mengelola YPI Darul Ulum Sejak Tahun 1991

Sejak kepindahan rumah tahun 1991, saya menerima amanat umat. Amanatnya berupa mengelola pendidikan di tempat kami. Tempat ini dahulu bernama Gondoriyo, yang ketika itu masuk kecamatan Mijen. Namun, dengan adanya penataan wilayah, maka daerah yang dulu Kelurahan Gondoriyo dibagi menjadi tiga yaitu Wates, Gondoriyo, dan Beringin, kesemuanya masuk kecamatan Ngaliyan.

Amanat itu hingga sekarang berupa tiga aktivitas. Pertama, menjadi Kepala Madrasah Tsanawiyah, lalu menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Islam Darul Ulum, dan yang sekarang menjadi Koordinator Dewan Pembina. Masing-masing dapat dilihat sekilas berikut ini.

Kepala Madrasah. Saya jalani sejak tahun 1991 sampai 1998. Pada masa awal, Madrasah Tsanawiyah belum ada kepala resminya. Kepala yang dipinjam ketika itu bernama Drs Dalyono dari Depag/Kemenang Kota Semarang. Madrasah Tsanawiyah ketika itu, masih numpang di Madrasah Ibtidaiyah yang walaupun dibangun gedung, namun masih dalam tarafnya yang sangat sederhana. Guru-gurunya yang bertitel sarjana baru kepala sekolahnya, yaitu Drs. Moh. Erfan Soebahar; yang lain seperti Sdr Toha Hasan, Sdr Tohari, Sdr Ali Kasmiran, Sdr Mansur, ketika itu baru kuliah S1 di IAIN Walisongo.

Sejak Tahun Tahun 1992, Madrasah Tsanawiyah, mulai membangun gedungnya sendiri. Semula diperkirakan baru untuk untuk konstruksi setingkat saja. Namun, dalam perkembangan kami mendapatkan respon baik dari pemerintah untuk mengembangkannya jadi dua tingkat. Proposal kami selama beberapa kali, mendapat respon positif sehingga gedung MTs akhirnya berkembang terus dari sejak gedungnya, kurikulumnya hingga prestasi-prestasinya.


Ketua Yayasan di YPI Darul UlumSetelah dua periode memegang Kepala Sekolah, dan sudah banyak guru yang bertitel sarjana, saya diberi amanat yang lebih menantang, yaiti menjadi Ketua Yayasan di Daru Ulum ini. Pada masa kami menjadi ketua yayasan, semua kepala sekolah saya beri tantangan yaitu di samping menjadi kepala madrasah, mereka juga menjadi anggota yayasan, yang dimana mungkin saya beri kesempatan ketika itu mereka untuk membantu yayasan mengajukan apa yang terbaik dibangun untuk masing-masing madrasah yang dipimpinnya. Oleh karena itu, dalam masa 10 tahun saya menjadi Ketua Yayasan, semua madrasah sudah dapat direnovasi, menjadi sekolah dengan dua tingkat, sejak Raudhatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, hingga Madrasah Aliyah. Yang terakhir ini hingga sekarang baru selesai membangun 7 ruang. Masih tersisa dua ruang yang belum selesai pembangunannya. Baru berupa bangunan berupa beberapa ruang selesai (Erf).

  


Ikuti Sosmed M. Erfan Soebahar

Social Media Widget SM Widgets




M Erfan Subahar Updated at: 16.15.00

0 komentar:

Posting Komentar